img_head
SEJARAH PENGADILAN AGAMA BUNGKU

Sejarah Pengadilan Agama Bungku

Telah dibaca : 89 Kali

A. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN PENGADILAN AGAMA BUNGKU

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45 tahun1957 pada Pasal 1 (berbunyi: Di tempat-tempat yang ada Pengadilan Negeri ada sebuah Pengadilan Agama/ MahkamahSyariyah, yang daerah hukumnya sama dengan daerah hokum Pengadilan Negeri.) dan Penetapan Menteri Agama No. 5 Tahun 1958 sebagai Realisasi PP No. 45 tahun 1957.

B. SEJARAH PEMBENTUKAN PENGADILAN AGAMA BUNGKU

Kabupaten  Morowali merupakan salah satu daerah otonom yang terbentuknya bersama dengan dua kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Morowali,  dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kabupaten ini sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Poso, yang wilayahnya membentang dari arah Tenggara ke Barat dan melebar ke BagianTimur, serta berada di daratan Pulau Sulawesi. Namun wilayah lainnya terdiri dari pulau-pulau kecil.

Pengadilan Agama Bungku dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik  Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 tanggal 28 Agustus 2002, yang kemudian diresmikan pada tanggal 18 Maret 2003 oleh Dirjen Bimas  Islam dan Penyelenggaraan Haji di Palu Sulawesi Tengah. Pengadilan Agama Bungku merupakan salah satu dari Sembilan lembaga peradilan Agama yang ada di Sulawesi Tengah yang berada di wilayah yuridiksi Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tengah.

Dengan adanya UU Nomor 35 Tahun 1999 jo Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman mengakibatkan Peradilan Agama yang dahulunya dibawah wewenang Departemen Agama berpindah menjadi dibawah kewenanganan Mahkamah Agung Republik Indonesia, juga termasuk tiga Peradilan yang lain Yaitu Peradilan Umum, Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara.

Sejak pertama dibuka Pengadilan Agama Bungku berkedudukan di ibukota kabupaten (Saat pemekaran Ibu kota kabupaten sementara di Kolonodale, Sedang dalam UU, ibukota Kabupaten berada di Bungku Kec.Bungkutengah). Yang di ketuai oleh H. Sutarman, SH. dan Wakil Ketua adalah Drs. Abd.Pakih serta dibantu oleh 7 orang Personil yaitu Drs. H. Sudirman, sebagai Pansek, Djamhuri (Wapan), Ibrahim Ahmad Harun, S.Ag,(Wasek) Mustamin, S.Ag. (Paniterapengganti) Sukirah, S.Ag, Suhria, SH dan Shiyamus Shidqi.