logo

SELAMAT DATANG DI WEBSITE PENGADILAN AGAMA BUNGKU KLAS II -- Dimohon agar didalam persidangan menggunakan pakaian rapi dan sopan -- Menghormati dan Menaati Semua Tata Tertib Persidangan -- Dilarang membawa senjata api,senjata tajam, bahan peledak, atau alat maupun benda yang dapat membahayakan keamanan sidang -- Waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Pengadilan Agama Bungku -- Terima kasih atas kunjungan Anda

on . Hits: 43

Palu|www.pta-palu.go.id

Setahun Sembilan bulan, pasca gempa dahsyat berskala 7,4 SC pada 28 September 2018 yang menelan ribuan korban jiwa dan meluluhlantakkan kota Palu, PTA. Palu bekerjasama dengan Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Tadulako melakukan Penelitian Uji Kelayakan Tanah dan Bangunan kantor Pengadilan Tinggi Agama Palu sejak 5 Mei sampai 3 Juni 2020 dan pada Kamis, 4 Juni 2020 dilakukan sosialisasi hasil uji kelayakan tersebut di yang diikuti oleh seluruh stake holder PTA. Palu di aula Pengadilan Tinggi Agama Palu

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu, Dr. Drs. H. Abu Huraerah, S.H.,M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas uji kelayakan yang telah dilakukan oleh Tim Fakultas Teknik Untad.

“Langkah ini sangat berguna bagi instansi karena menghasilkan penelitian yang akurat tentang kondisi tanah dan bangunan kantor sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah strategis sesuai rekomendasi yang diberikan”, ujarnya.

Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Untad, Dr. Ir. Sukiman Nurdin, S.T.,M.Sc.,IPM yang menyampaikan materi secara rinci meliputi Uji Topografi, Uji Struktur Bawah yang meliputi Geolistrik, Standar Penetrition Test (SPT) dan CPT, Uji Struktur Atas yang meliputi Hammer Test (pengujian palu beton) dan Rebar Scan Test serta analisa dan kesimpulan/saran.

Dan berdasarkan hasil uji kelayakan dihasilkan kesimpulan dan rekomendasi sebagai berikut :

-            Kesimpulan Berdasarkan Hasil Survey dan Identifiksi Lapangan Bahwa Kondisi Eksisting Bangunan:

  1. Untuk kelayakan kbangunan gedung secara komulatif adalah termasuk dalam kondisi rusak ringan.
  2. Untuk Zona Rawan Bencana tidak termasuk dalam zona rawan bencana sesuai dengan peta Zona Rawan Bencana yang dikeluarkan oleh pemerintah. Namun bukan berarti area ini tidak mempunyai kerawanan, tetapi kerawanan gempa tinggi dan juga potensi likuifaksi juga masih menjadi perhatian untuk lokasi ini.
  3. Untuk peta topografi, maka struktur tanah pada lokasi termasuk jenis tanah alluvial yaitu terdiri dari endapan alluvium dan deposit pantai (qap) yang holocene. endapan ini terdiri dari kerikil, pasir, lumpur, dan batu kapur karang. endapan ini terbentuk di sungai dangkal, delta, dan lingkungan laut. karena unit ini adalah sedimen muda, lapisan yang ada belum mengalami seluruh proses lithification atau proses sementasi

-         Kesimpulan Struktur Bawah

Berdasarkan hasil penyelidikan bahwa jenis pondasi existing adalah pondasi telapak setempat dengan ukuran = 1,2m x 1,2m dan kedalaman L= 2,2 m. Adapun beberapa kesimpulan adalah:

  1. Pberlanau mengandung fraksi kasar berupa kerikil dengan tingkat kepadatan sedang N_SPT > 5.
  2. Pondasi diletakan pada lapisan dengan potensi likuifaksi tinggi sampai sedang, dimana berpotensi likuifaksi tinggi pada lokasi BH.01 dan BH.02 dimana FS dibawah 1. Sedangkan pada titik BH.03 berpotensi sedang dimana FS diatas >1 dan dibawah <1.5. yaitu pada kedalaman 2 meter,
  3. Karena letak pondasi berada pada kedalaman sedikit diatas 2 meter, maka potensi likuifaksi pada bangunan menjadi memiliki resiko yang sedang, karena pondasi sudah berada pada zona lapisan antara potensi likuifaksi tinggi dan sedang.

-         Kesimpulan Struktur Atas

Untuk Analisa struktur bangunan atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Hasil pengujian mutu beton menunjukan variasi mutu beton yang sangat beragam, ini menunjukan bahwa pelaksanaan pencampuran beton masih manual dan kualitas serta pegawasan mutu bahan yang kurang baik serta pelaksanaan yang tidak ketat. Dimana range mutu yang terekam rata-rata mulai dari K 125 sampai k 375. Dimana rata-rata nilai mutu beton berada di K265.
  2. Rasio tulangan menunjukan bahwa rasio tulangan existing sesuai SNI Beton yaitu SNI 2847-2019 dimana rasio tulangan untuk beton bertulang dengan Pelat yang menggunakan batang tulangan ulir mutu 300 MPa adalah 0,0020. Sementara Pelat dengan menggunakan batang tulangan ulir atau jaring kawat las (polos atau ulir) Mutu 400 MPa adalah 0,0018, sementara hasil analisis tulangan existing dimana didapat rasio tulangan untuk kolom semua berada diata >0,0018 hal ini menunjukan kolom sudah memenuhi syarat rasio tulangan minimum.
  3. Rasio tulangan untuk balok yang dilakukan pengujian menunjukan bahwa rasio tulangan balok berada dibawah rasio minimum yaitu <0,0018. Dimana hal ini menunjukan rasio tulangan pada balok kurang, hal ini akan menimbulkan rentangnya balok terhadap getaran dan akan terjadi lendutan apabila jarat kolom penopang agak jauh.
  4. Untuk analisa perhitungan struktur bahwa kondisi existing struktur portal sudah tidak mampu/layak memikul beban pada kondisi beban gempa kpalu yang baru yaitu berada pada zona gempa maksimum dengan percepatan 1.5g s/d 2.0g.

-         Saran

  1. Perlu Perkuatan struktur tanah terhadap resiko kegagalan geser dan likuifaksi dibawah pondasi sampai kedalaman 4 meter
  2. Perlu peningkatan struktur portal pada gedung dengan metode retrofitting dan penambahan dinding geser.
  3. Melihat kondisi keseluruhan struktur tanah dan struktur gedung akan lebih layak secara teknis untuk dilakukan retrofitting atau penambahan struktur kolom maupun dinding geser. 

-         Saran Struktur Bawah

Berdasarkan hasil pengujian 3 titik N_SPT memperlihatkan bahwa Muka air tanah berada pada 9.6 – 10,3 meter dibawah permukaan tanah. Lapisan didominasi lapisan berupa pasir berlanau pada kedalaman sampai 2 meter, kemudian berupa lapisan lanau/lempung berpasir pada lapisan dibawahnya sampai kedalaman 14 meter.

Potensi likuifaksi tinggi dengan FS dibawah 1 ada pada kedalaman 0 s/d 2 meter pada BH.01 dan BH.02, dan berpotensi sedang pada kedalaman 2 s/d 4 meter. Untuk itu ada beberapa yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Perlu Perkuatan struktur tanah dibawah terhadap resiko kegagalan geser dan likuifaksi sampai kedalaman diatas > 4 meter.
  2. Adapun model Perbaikan pondasi existing dengan metode grouting dibawah pondasi telapak existing sampai kedalaman > 4 meter.
  3. Adapun Jenis pondasi yang ideal apabila ada bangunan baru pada lokasi adalah adalah pondasi dalam dengan jenis pondasi adalah bor pile dengan kedalaman minimum 7 meter sampai 12

(Tim Redaksi PTA.Palu)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama bungku

Jln. Trans Sulawesi

Telp: 0409-487285
Fax: 2220102

Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.